Perbedaan Backup-Restore dengan Export-Import di Mikrotik

Januari 22, 2018

Apa perbedaan antara Backup-Restore dengan Export-Import? Sebagai seorang pengajar, sering sekali saya mendapatkan pertanyaan seperti itu di akhir pembelajaran. Kadang bisa dijawab dan dijelaskan kembali oleh teman-temannya bahkan sering juga harus langsung yang menjawabnya.  Karena hal ini sering terulang, maka pada kesempatan ini saya coba untuk membahasnya di sini karena mungkin teman-teman yang lain juga ada yang masih kebingan mengenai perbedaan antara perintah Backup-Restore dengan Export-Import.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, agar tidak membingungkan sebaiknya kita pahami dulu satu persatu. Berikut penjelasannya.

 

Apa itu Backup dan Restore?

Backup dan Restore merupakan salah satu fitur di mikrotik yang sangat berguna bagi seorang admin. Karena dengan fitur Backup dan restore, seorang admin tidak perlu melakukan konfigurasi ulang jika terjadi kerusakan perangkat dan ingin / harus menggantinya dengan perangkat mikrotik yang baru. Selain itu, fitur ini juga  berfungsi untuk mengembalikan konfigurasi yang sedang berjalan ke konfigurasi sebelumnya.

Fitur backup hanya bisa melakukan backup seluruh konfigurasinya saja, sedangkan user dan password perangkat tidak akan ikut ter backup. Ketika konfigurasi mikrotik di backup, maka backup an nya akan tersimpan pada sebuah file yang berekstensi ” .backup ” dan terletak di dalam menu file. Walaupun konfigurasi tersebut tersimpan dalam sebuah file, tetapi file tersebut tidak bisa di edit dengan program editor seperti notepad dan lainnya.

Perlu kita pahami juga bahwa fitur Backup-Restore cocok/bisa dilakukan jika perangkat yang akan kita ganti mempunyai jenis/type yang sama dan tidak cocok untuk jenis yang berbeda. Jika fitur ini dipaksakan dan dilakukan pada jenis perangkat yang berbeda, biasanya akan terjadi masalah. Walaupun proses backup-restore bisa dilakukan, tetapi pada hasilnya biasanya ada yang tidak sesuai bahkan muncul masalah yang baru.

Sebagai contoh misalnya sebuah router mikrotik jenis RB951Ui-2HnD mengalami kerusakan,  dan sang admin telah melakukan backup serta filenya telah disimpan di komputer admin. Ketika sang admin menggantinya dengan perangkat RB951Ui-2HnD yang baru, sang admin tidak perlu lagi melakukan konfigurasi dari awal melainkan cukup melakukan restore saja dari file backup an yang tadi dibuat dari RB951Ui-2HnD yang rusak. Ketika selesai melakukan restore dan reboot perangkat, maka perangkat mikrotik yang baru tersebut pasti akan mempunyai konfigurasi yang sama dengan perangkat yang rusak tadi sehingga masalah tersebut bisa segera terselesaikan dengan cepat.

Baca juga:

 

Bagaimana Cara melakukan Backup dan Restore?

Untuk melakukan proses backup dan restore, kita bisa melakukannya dengan dua cara, yaitu dengan melalui Command Line Interface (CLI) maupun melalui Graphical User Interface (GUI) seperti menggunakan winbox. Untuk melakukan backup pada Command Line, kita cukup mengetikan perintah adalah sebagai berikut:

[admin@MikroTik] > system backup save

Dan jika proses backup dilakukan melalui winbox, bisa dilakukan dengan cara masuk ke Menu File –> Klik Backup

Kemudian untuk mengcopy atau download file .backup tersebut ke komputer tinggal drag and drop aja file nya ke Windows Explorer seperti gambar berikut :

Cara melakukan Restore Konfigurasi

Untuk mengembalikan konfigurasi yang sudah di-backup, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pada Winbox masuklah ke menu Files di mikrotik
  2. Copy file backup dari komputer ke router mikrotik dengan cara drag n drop seperti sebelumnya
  3. Simpan file tersebut pada root directory.
  4. Pilih file backup yang mau di-restore.
  5. Klik Restore.
  6. Router akan meminta reboot
  7. Selesai.. silahkan cek konfigurasinya dan seharusnya konfigurasi sudah kembali seperti semula.

 

Apa itu Export dan Import?

Export-Import merupakan salah satu fitur dalam mikrotik yang fungsinya hampir sama seperti fitur Backup-Restore. Fitur Export mampu melakukan backup seluruh konfigurasi maupun sebagian konfigurasi saja. Selain itu, file hasil export dapat di buka dan di edit dengan menggunakan editor seperti notepad dan yang lainnya. Serta dalam penerapannya/eksekusi perintah dapat langsung di terapkan tanpa membutuhkan proses reboot perangkat.

Ketika melakukan export, router mikrotik akan melakukan backup konfigurasi yang di simpan pada sebuah file yang berekstensi “.rsc” dan terletak pada menu File di mikrotik. Untuk mengamankan file tersebut, kita dapat meng-copy-nya ke komputer dengan cara drag and drop seperti proses download/copy file backup diatas.

 

Cara melakukan Export

Untuk melakukan proses export seluruh konfigurasi mikrotik, langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

  • Buka terminal di winbox
  • ketikan perintah “export file=namafile” contoh …>export filename=semua-konfigurasi ngg
  • jika ingin melakukan export sebagian konfigurasi saja misalnya hanya ingin melakukan export konfigurasi firewall saja, maka anda tinggal masuk ke menu yang dituju (Firewall) kemudian masukan perintah export seperti diatas contoh “/ip firewall>export file=konfigurasi-firewall
  • setelah melakukan export, maka silahkan cek hasilnya di menu file, bisa menggunakan winbox atau bisa juga menggunakan command line “file print
  • Jika file sudah berhasil melakukan export, Lakukan drag and drop untuk meng-copy file tersebut ke komputer seperti pada saat melakukan peng-copy-an file backup diatas. atau bisa juga dengan cara lain  menggunakan pasilitas copy pada toolbar di mikrotik kemudian pastekan pada folder di komputer yang di inginkan.
  • Jika ingin melihat atau mengedit script file export yang sudah dibuat, maka kita bisa membuka atau mengeditnya dengan menggunakan notepad     
  • Begitu juga sebaliknya jika kita ingin melakukan import file ke mikrotik, maka langkah yang dilakukan hampir sama seperti langkah melakukan restore yaitu kita harus meletakkan file export “.rsc” ke root directory mikrotik dengan cara drag and drop file dari komputer ke mikrotik. Kemudian pada new terminal ketikan perintah  “import file=nama_file yang dituju” contohnya “import file=konfigurasi-firewall.rsc
  • Jika langkah diatas dijalankan dengan benar, maka router mikrotik akan melakukan eksekusi script tersebut tanpa harus melakukan reboot perangkat.

Catatan: Proses eksekusi script file export akan dijalankan dari atas ke bawa, jika ada baris yang double atau error maka proses eksekusi tidak akan dilanjutkan.

 

KESIMPULAN

Dari kedua penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan perbedaan yang mencolok antara perintah Backup-Restore dengan Export-Import adalah sebagai berikut:

  1. Fitur Backup akan menghasilkan file berekstensi “.backup” sedangkan fitur Export menghasilkan file berekstensi “.rsc“.
  2. File hasil backup ( .backup ) tidak bisa dibuka dan di edit menggunakan editor seperti notepad sedangkan file hasil export ( .rsc ) bisa dibuka dan di edit seperti notepad.
  3. Proses restore file “.backup“, membutuhkan reboot perangkat sedangkan proses import file “.rsc” tidak membutuhkan reboot perangkat.

Demikian catatan kecil yang saya buat mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi semua..

 

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: