5 PERBEDAAN JARINGAN PEER TO PEER DAN CLIENT SERVER

November 21, 2017
5 Perbedaan jaringan Peer to Peer dan Client Server: Dalam Sistem jaringan komputer banyak sekali jenis dan modelnya, akan tetapi jika dilihat dari ijin aksesnya atau ada juga yang menyebutnya berdasarkan koneksinya dikenal dua model / jenis jaringan yaitu jaringan peer to peer dan client server.

A. Jaringan Peer to Peer

Gambar contoh jaringan peer to peer
Jaringan peer-to-peer  terbentuk ketika sumber informasi atau data pada satu komputer diakses secara langsung oleh komputer-komputer lainnya yang terhubung pada jaringan. Pada tipe jaringan peer to peer ini, dalam prakteknya tidak memiliki sebuah komputer yang dikhususkan sebagai server. Dengan kata lain pada tipe jaringan peer to peer  setiap komputer yang terhubung dapat bertindak sebagai server ataupun client. Meskipun dapat bertindak sebagai client/server, tidak satu pun komputer yang bertanggung jawab atas seluruh jaringan.

Kelebihan jaringan peer-to-peer:

  1. Mudah dalam pembuatannya karena Antar komputer dalam jaringan dapat langsung berbagi-pakai sumber daya yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
  2. Biaya installasi lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
  3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

 

Kekurangan jaringan peer-to-peer

Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation

  1. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
  2. Sistem Keamanan rendah; karena sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing- masing fasilitas yang dimiliki.

 

B. Jaringan Client Server

Gambar contoh jaringan client – server
Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.
Tipe jaringan ini sering di katakan sebagai jaringan berbasis server. Mengacu pada konsep kerja yang melibatkan komputer klien dan komputer server. Pada model jaringan tipe Clien-server koneksi yang terjadi sebenarnya bukan antara komputer melainkan antara program dengan program.
Program aplikasi yang berjalan pada komputer client akan melakukan permintaan/request layanan kepada program lainnya yang dianggap sebagai server. 

Kelebihan jaringan client-server

  1.  Memberikan keamanan yang lebih baik; karena layanan sepenuhnya di control oleh sebuah server.
  2. Lebih mudah mengatur walupun jaringan berskala besar, karena control nya terpusat.
  3. Semua data maupun fasilitas terletak pada lokasi yang sentral sehingga mudah dalam melakukan backup.
  4. Kecepatan transmisi data dari segi layanan jadi lebih terjamin dan terkendali karena selalu diawasi.

Kekurangan jaringan client-server

  1. Membutuhkan biaya yang cukup mahal dalam membeli infrastrukturnya.
  2. Butuh spesifikasi lebih/khusus untuk digunakan pada komputer server.
  3. Butuh seorang administrator yang handal karena konfigurasinya cukup sulit
  4. Sangat bergantung pada komputer server sehingga jika server mati, maka semua layanan (jaringan) akan terputus.

 

Perbedaan Jaringan Peer to Peer dan Client Server

BACA JUGA:

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara jaringan peer to peer dan client server bisa dilihat dari berbagai sudut pandang diantaranya:
  1. Biaya; Jaringan peer to peer tidak memerlukan biaya yang tinggi sedangkan jaringan client server membutuhkan biaya yang tinggi karena membutuhkan infrastruktur khusus.
  2. Ijin Akses ;  Pada jaringan peer to peer setiap host tidak membutuhkan ijin akses dari host yang lain (misalkan untuk share file) karena semua host bisa bertindak sebagai komputer client maupun sebagai server. Dengan kata lain setiap host mempunyai ijin akses / level yang sama. Sedangkan dalam jaringan Client Server sangat jelas mempunyai peranan yang berbeda antara client dan server dimana ada komputer yang bertindak sebagai server yang bertugas memberikan layanan kepada komputer Client dan ada juga komputer yang bertindak sebagai client yang tugasnya hanya meminta layanan dari server. sehingga jika Server tidak mengijinkan, maka komputer client tidak akan mendapatkan layanan yang diminta.
  3. Keamanan; Pada jaringan peer to peer, keamanannya sangat rendah sedangkan dalam jaringan client server kemanannya cukup kuat.
  4. Back up Data dan perbaikan; Dalam jaringan peer to peer untuk melakukan back up data dan perbaikan jaringan akan membutuhkan waktu yang lumayan lama karena jaringannya tidak terpusat (harus dilakukan satu persatu), sedangkan dalam jaringan client server untuk melakukan back up data akan lebih cepat karena jaringannya terpusat pada komputer server sehingga untuk recovery maupun back up data cukup dilakukan pada sisi server saja.
  5. Kecepatan transmisi; Pada jaringan peer to peer kurang baik karena kurang teraturnya lalu lintas data dalam jaringan serta beban memori komputer yang lebih banyak untuk mengelola permintaan komputer lain dan pengelolaan data aplikasi dari pekerjaannya sendiri. Sedangkan dalam jaringan client server kecepatan transmisi data dari segi layanan menjadi lebih terjamin dan terkendali karena selalu diawasi.

Demikian sedikit catatan saya mengenai 5 perbedaan jaringan peer to peer dan client server secara umum.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: