5 Jenis Topologi Jaringan LAN

November 15, 2017

Pengertian Topologi Jaringan LAN

Topologi jaringan merupakan pola atau bentuk hubungan antar terminal dalam suatu jaringan komputer secara fisik. Pola ini berhubungan erat dengan metode akses dan media pengiriman yang digunakan. Artinya topologi yang akan digunakan akan berpengaruh terhadap alat dan bahan yang dibutuhkan dan akhirnya berbeda juga dana/anggaran yang akan kita keluarkan dalam membangun jaringan tersebut.

Dalam jaringan Local Area Network (LAN) terdapat 3 jenis topologi jaringan yaitu topologi Bus, Topologi Star dan Topologi Ring. Akan tetapi dari ke-3 jenis topologi tersebut, jika digabungkan akan menghasilkan jenis topologi yang baru seperti topologi Mesh dan topologi Tree. Setiap topologi yang dibangun tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing jika dilihat dari aspek berikut:

  1. Jenis dan Ukuran Organisasi
  2. Keamanan Jaringan
  3. Dukungan / Sumber daya yang tersedia
  4. Trafik jaringan
  5. Anggaran biaya
  6. kebutuhan pengguna
K-6 hal diatas berlaku pada semua jenis jaringan baik jaringan Local Area Network (LAN) maupun Wide Area Network (WAN). Akan tetapi pada kesempatan ini saya akan mengupas 5 jenis topologi jaringan Local Area Network (LAN) saja sedagkan untuk jenis topologi jaringan WAN akan dibahas pada pembahasan yang lain.

1. Topologi Bus

Gambar Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang seemua terminal terbuhung ke satu jalur komunikasi. dan semua informasi yang dikirim akan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat yang tercantum dalam data sesuai dengan alamat pada terminal itu, maka data atau informasi akan diterima lalu diproses. Akan tetapi jika alamat data tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal.

Karakteristik dari topologi Bus adalah sebagai berikut:

  1. Sederhana dalam instalasi
  2. Terdapat satu jalur komunikasi yang menghubungkan masing-masing node
  3. Dapat terjadi collision yang disebabkan sinyal/data mengalir dua arah pada jalur yang sama
  4. Jika salah satu segmen putus, maka seluruh jaringan akan terhenti
  5. Jalur utama berupa bentangan kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
Kelebihan dari tolopogi Bus adalah sebagai berikut:
  1. Kecepatan transfer data relatif cepat untuk jaringan berskala kecil
  2. Penambahan/ekspansi jaringan dapat mudah dilakukan
  3. Hemat kabel
Sedangkan kelemahan dari topologi Bus adalah:
  1. Sulit mendeteksi terjadinya kerusakan
  2. Semakin banyak terminal pada jaringan, maka akan semakin sering terjadi collision sehingga mengakibatkan kecepatan transfer data menjadi menurun/lambat
  3. Untuk skala jaringan kecil, kabel yang digunakan biasanya menggunakan jenis kabel Coaxial dengan konektornya adalah BNC/TBNC.

2. Topologi Star

Gambar Topologi Star
Topologi star mempunyai ciri yaitu terdapat Concentrator (biasanya berupa Hub/Switch) yang berfungsi  sebagai pengatur dan pengendali untuk semua komunikasi data yang terjadi. Pada topologi star semua host langsung dihubungkan terhadap concentrator tersebut dengan demikian kualitas dan jaringan sangat bergantung kepada concentrator tersebut. Sedangkan banyaknya host/terminal yang terhubung pada jaringan tergantung pada jumlah port pada Hub/Switch yang digunakan.

Karakeristik dari topologi Star adalah sebagai berikut:

  1. Setiap terminal langsung berhubungan dengan concentrator, sehingga jaringan tidak terputus ketika ada salah satu host/workstation yang terganggu.
  2. Jaringan mudah dikembangkan, hal ini karena setiap host hanya memiliki kabel yang langsung terhubung dengan concentrator.
  3. Dapat menggunakan kabel lower grade karena hanya memiliki satu lalu lintas saja dan biasanya menggunakan kabel UTP.
 
Kelebihan dari topologi star adalah:
  1. Adanya central node/concentrator yang mengatur transmisi data sehingga memudahkan pengelolaan jaringan
  2. Mudah dalam pengembangan jaringan
  3. Deteksi kerusakan lebih mudah
  4. Transfer data lebih mudah dan efisien
Adapun kelemahan dari topologi star adalah sebagai berikut:
  1. Memerlukan kabel yang cukup banyak
  2. Media transmisi data menggunakan kabel UTP yang rentan terhadap gangguan magnetik, listrik dan getaran
  3. Memerlukan perawatan secara berkala
  4. Jika concentrator (Hub/Switch) mati maka seluruh jaringan akan terputus.
 BACA JUGA:

3. Topologi Ring

Gambar Topologi Ring

Topologi Ring sebenarnya mirip dengan topoogi bus, tetapi pada kedua terminal ujungnya dihubungkan sehingga menyerupai lingkaran. Pada topologi ini, setiap informasi yag diperoleh akan diperiksa alamatnya oleh setiap terminal yang dilewati sampai pada terminal yang dituju. Jika belum sampai pada terminal yang dituju, maka informasi akan dilewatkan sampai menemukan alamat yang benar. Pada topologi ini, jika terjadi kerusakan pada salah satu terminal maka seluruh jaringan akan terganggu. Karakteristik topologi ini hampir sama dengan topologi bus yang membedakannya adalah pada topologi ring kedua ujungnya dihubungkan sedangkan pada topologi bus kedua ujunnya terpisah dan di tutup menggunakan terminator.
 
 Kelebihan topologi Ring adalah sebagai berikut:
  1. Hemat kabel
  2. Penataan kabel sederhana
  3. Dapat melayani lalu lintas data yang padat
  4. Tidak membutuhkan hub/switch
Sedangkan kelemahan dari topologi ini adalah sebagai berikut:
  1. Rentan terhadap kesalahan dan gangguan jika salah satu terminal rusak
  2. Pengembangan lebih kaku
  3. Jika terjadi kerusakan pada salah satu terminal bisa mengakibatkan jaringan menjadi lumpuh
  4. Pengiriman data berlangsung lambat yang disebabkan karena pengiriman menunggu giliran token.

4. Topologi Mesh

Gambar Topologi Mesh
Pada topologi mesh, setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan melalui beberapa jalur, sehingga jika satu jalur terputus, maka koneksi jaringan tidak akan terputus karena masih ada jalur yang lain sebagai backupnya. Akan tetapi yang menjadi masalah pada pembangunan topologi ini adalah biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Ha ini disebabkan karena jalur yang digunakan bukan hanya satu melainkan banyak sehingga kebutuhan media transmisi yang harus dibeli menjadi bertambah.

5. Topologi Tree

Gambar Topologi Jaringan Tree

Topologi  Jaringan Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

  • Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
  • Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga.
Pada penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa secara umum bisa digunakan/dibangun namun untuk memilih topologi yang akan dibangun sebaiknya perhatikan beberapa hal diantaranya :
  1. Biaya; Berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan yang tentunya disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki
  2. Kecepatan; dukungan kecepatan sistem yang dibutuhkan tergantung pada sistem yang digunakan
  3. Lingkungan; pengaruh faktor lingkungan terhadap jaringan (listrik, cuaca dan lain-lain)
  4. Ukuran; berapa besar ukuran jaringan yang akan dibangun
  5. Konektivitas
Demikian penjelasan singkat mengenai 5 Jenis topologi jaringan LAN beserta kelebihan dan kelemahan masing-masing, semoga dapat memberi banyak manfaat bagi penulis dan pembaca..

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: